Tiang Tinggi Mewah Dan Elegan

Posted by Maestro xcdo on Tuesday, January 8, 2013

SALAH satu bentuk rumah mewah gaya klasik yang sering kita lihat dalam masyarakat perkotaan, adalah desain berciri khas pilar tinggi. Di zaman Romawi kuno pilar tinggi salah satu cara menunjukkan status sosial sang pemilik.

MASYARAKAT perkotaan semakin piawai menciptakan hunian nyaman untuk tinggal. Rumah tinggal dibuat senyaman mungkin. Baik untuk ditinggali maupun untuk menunjukkan status sosial sang pemilik.

Pilar-pilar tinggi dengan kesan kuat, mewah serta megah ini, disebut gaya neo-klasik. Pada umumnya, desain neo-klasik mencerminkan status sosial pemiliknya yang tinggi. Selain kemegahan dan kekuatan tiang pilar, ornamen pilar pun menjadi sesuatu yang khas, terutama dari tingkat kerumitan dan detailnya.

Model rumah neo-klasik inilah yang banyak disebut model mediteranian. Model ini banyak diadopso para pengembang rumah dan konsultan arsitektur di Makassar sera 90-an.

Andi Akbar, salah seorang peneliti sosial mengungkapkan, fenomena arsitektur tradisional bangsawan Bugis-Makassar telah bergeser ke model ini sejak era modern. Ada akulturasi nilai tradisi secara bertahap kearah penyempurnaan budaya yang terwujud pada arsitekturnya.

"Selain pilar tinggi, profil khas gaya neo-klasik juga dapat dilihat dari kusen jendela dan pintu yang dibuat melengkung dan panjang. Unsur ini tentu saja untuk mempertegas kesan megah namun elegan," kata Andi Akbar.


Bangunan bergaya neo-klasik kini banyak diadaptasi oleh rumah-rumah di kawasan Panakukang. Maklum, kawasan Panakukang dan kawasan Aroepala dikenal sebagai kawasan elit. "Sebagian besar menggunakan pilar tinggi besar yang fungsinya tak lagi sekedar penopang, tapi juga penghias rumah itu sendiri. Pembuatan pilar ini membutuhkan biaya besar," katanya.

Berbeda dengan asumsi kebanyakan orang kalau gaya neo-klasik umumnya untuk rumah dengan lahan ratusan meter. Padahal, sebenarnya gaya neo-klasik bisa juga diadaptasi untuk rumah-rumah mungil dengan luas bangunan sekitar 36 meter persegi, dengan luas tanah 72 meter persegi.

"Ini belum banyak diterapkan di Makassar, lantaran ada asumsi rumah dengan pilar tinggi membutuhkan banyak lahan," ungkapnya.

Tiang besar rupanya juga bisa digunakan untuk bangunan berlantai satu. Penggunaan pilar setinggi 6 meter dapat menimbulkan kesan rumah bertingkat dua. Jendela yang membatasi ruang dalam dan teras, dibuat agak ke atas dan berkerangka melengkung sebagai hiasan.

Unsur ini akan membantu rumah kecil Anda terkesan lebih besar dari yang sebenarnya. Halaman depan diusahakan tetap ada, karena pada umumnya, rumah bergaya ini ikut memperhitungkan jarak rumah dengan pagar yang juga dibuat lebih tinggi.

Dengan begitu gaya neo-klasik atau klasik-Romawi ini, dapat diadaptasi oleh lahan yang tak terlalu besar. Sehingga Anda yang ingin memiliki rumah berpilar, dapat tetap berkreasi dan menghasilkan rumah yang indah dan megah.

Like this thanks:

Popular post